Hello~

nnnnAnnyeong, bangapta ^^

Selamat datang di blogku yang sederhana ini~ 

Sialakan mengobrak-abrik isinya tetapi jangan lupa comment ya 😀

Kalau mau copy-paste (kecuali FanFiction), tolong JANGAN LUPA CANTUMKAN CREDIT !!

Khusus untuk FanFiction, DILARANG COPY-PASTE DALAM BENTUK APAPUN – tolong hargai author yang membuat cerita  ‘-‘)9

Yang mau tahu tentang aku, klik disini.

Semua yang ada di blog ini dapat dinikmati secara gratis dan aku cuma meminta satu hal, yaitu tolong tinggalkan komentar setelah membaca. Don’t be a silent reader please ^^

##NB : Diharapkan komentar dengan sopan, tidak ngebash atau menghina pihak manapun kalau kalian tidak suka (tidak setuju)

At last but not least, Happy Reading.. *_*

header2 copy

Advertisements

Part 2 – Kecewa

29840724-256-k263954

Aku kembali…. 🙂 Happy Reading!

***

“Permisi….” Kharina kembali ke ruang makan beberapa saat setelah pria itu meninggalkannya. Jantungnya berdetak kuat dan napasnya tidak beraturan, jadi ia perlu menenangkan dirinya. Kharina tersenyum-yang lebih tampak seperti meringis-kepada kedua orang tua pria itu. Gadis itu merasa tidak enak telah meninggalkan ruangan terlalu lama.

Kharina tidak berani mengangkat kepalanya sama sekali saat berjalan kembali ke tempat duduknya. Gadis itu meremas jari-jarinya secara tidak sadar, membuat Fany menyeringit heran. “Kamu kenapa sayang?” tanyanya melihat Kharina yang tampak tidak sehat.

“Rin, tante Fany sedang berbicara kepadamu.” Yuliana memegang-sedikit mengguncangnya-bahu Kharina saat melihat putrinya itu bergeming, tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Ah, ya.” Gadis itu bereaksi setelah tersadar dari lamunannya. “Ada apa ma?” tanyanya kemudian. “Tante Fany bertanya kepadamu,” ujar Yuliana lalu menatap Fany.

“Kamu baik-baik saja sayang? Kamu kelihatannya tidak sehat,” tanya Fany mengulang pertanyaannya.

Kharina menggelengkan kepalanya. “Aku tidak apa-apa tante,” jawabnya kemudian, kembali tersenyum. Kemudian pandangan Kharina berpindah dan tidak segaja bertemu dengan pria di depannya yang menatapnya tajam, tidak berkedip sedikitpun.

Gadis itu menelan salivanya dengan susah payah. Pria itu, yang duduk di depannya. Ia tidak berubah sedikitpun. Kharina tidak bisa melupakan kedua mata tajamnya yang dulu selalu menatapnya penuh cinta, kemudian hidung mancungnya yang sering digunakan pria itu untuk menggodanya di lehernya, dan bibir pria itu yang melumatnya dengan dengan cinta.

Kharina tersenyum miris. Kini semuanya tidak lagi sama. Matanya tidak lagi memancarkan rasa cintanya yang menggebu-gebu, namun kebencian yang mendalam. Pria itu menatapnya dengan tatapan merendahkan. Mengintimidasinya dengan segala kelebihan yang ia miliki.

Pria itu tampak berbeda karena kini ia tampak semakin tampan dengan kulitnya yang bersih, serta pakaian mahal yang melekat di tubuhnya, membuatnya tampak semakin menawan. Tubuhnya yang tegap juga memancarkan kemaskulinan. Kharina hampir saja menenggelamkan diri ke pelukan pria itu jika saja tidak mengingat betapa jijiknya pria itu padanya. Menatap Kharina seolah-olah ia adalah pasien dengan penyakit menular berbahaya.

*** Continue reading

Part 1 – Pertemuan Kembali

29840724-256-k263954

“Kau harus menikah! Dengan rekan bisnis Papa.” Kharina bergeming saat ayahnya mengucapkan-yang ia tangkap sebagai perintah-kalimat tersebut. Ia tidak perlu memberikan tanggapan apapun, karena ia yakin apapun jawabannya, ayahnya tidak akan pernah peduli. Sekalipun ia menolak, ayahnya tidak akan pernah menghentikannya. Ia terlalu kenal dengan sifat ayahnya itu.

“Kau dengan tidak, Kharina?” tanya ayahnya lagi. Gadis itu masih memilih untuk tidak berkomentar sampai suara ayahnya terdengar lagi, “Jawab kalau Papa bertanya, Rin!” Samuel-ayah Kharina-tampak tidak sabar lagi menanti jawaban putri tunggalnya itu.

“Aku tidak peduli! Terserah kalian ingin menikahkan aku dengan siapapun! Bukankah aku memang tidak memiliki hak apapun untuk menentukan hidupku?”

PLAK!

“PA!” teriak Yuliana-ibu Kharina-spontan saat melihat suaminya menampar putri mereka.

“Berani-beraninya kau membentakku, Rina! Kau pikir kau bisa apa tanpa papamu ini?” Samuel semakin beremosi.

Kharina memegang pipi kirinya yang terasa berdenyut karena tamparan ayahnya, namun gadis itu tidak menitikkan air mata bahkan sedikitpun. Hatinya sudah mati bersamaan saat ayahnya memaksanya memutuskan pria yang dicintainya.

“Terserah Papa,” ucap Kharina pelan lalu gadis itu berlalu menuju kamarnya, meninggalkan kedua orangtuanya dan segala emosinya.

*** Continue reading

I (Still) Love You (Prolog)

29840724-256-k263954

Aku harus menikah. Itu perintah mereka. Aku tidak mengucapkan apapun, tidak lagi peduli dengan siapa aku menikah. Hatiku sudah mati saat kedua orangtuaku memaksaku untuk menghancurkan hati pria yang sangat kucintai. Lalu mereka berhasil menghancurkan hatiku satu kali lagi. Pria yang akan menikah denganku adalah pria yang kucintai dengan segenap perasaanku namun berhasil kuhancurkan hatinya.
Kini pandangannya padaku tidak lagi sama. Dulu ia mencintaiku dengan segenap kekurangannya, namun kini ia menjadi orang pertama yang dengan senang hati akan melihatku hancur dengan segala kelebihannya

  Perhatian, cerita ini mengandung sedikit konten (18+)

>Aku juga mempublish cerita ini di akun wattpadku @erseunggi

Pregnancy Ultrasound Photos

Halo, ini contoh hasil photoshoot untuk foto USG kehamilan , originally photo by me. Kalau kamu berdomisili di Pontianak dan mau produkmu difotoin seperti ini juga, silakan kontak ya :

Line : erlinaessen

BBM & WA : By Request

Kalau mau lihat-lihat di gallery instagram juga boleh kok.

Instagram : @er_lee_na

atau lihat di badges di sebelah kanan website ini..

 

DSCF3920editDSCF3921editDSCF3922EDITDSCF3987editDSCF3988editDSCF3989editDSCF3990editDSCF3993edit

Online Product Photoshoot @kururi.san (2)

Halo, ini contoh hasil photoshoot untuk produk suatu online shop , originally photo by me. Kalau kamu berdomisili di Pontianak dan mau produkmu difotoin seperti ini juga, silakan kontak ya :

Line : erlinaessen

BBM & WA : By Request

 

Kalau mau lihat-lihat di gallery instagram juga boleh kok.

Instagram : @er_lee_na

atau lihat di badges di sebelah kanan website ini..

DSCF3879EDITDSCF3880EDITDSCF3887EDITDSCF3897EDITDSCF3907EDITDSCF3908EDITDSCF3912EDITDSCF3913EDITDSCF3930EDITDSCF3933EDITDSCF3938EDITDSCF3946EDITDSCF3958EDITDSCF3960EDITDSCF3967editDSCF3972edit

Online Product Photoshoot @kururi.san

Halo, ini contoh hasil photoshoot untuk produk suatu online shop , originally photo by me. Kalau kamu berdomisili di Pontianak dan mau produkmu difotoin seperti ini juga, silakan kontak ya :

Line : erlinaessen

BBM & WA : By Request

 

Kalau mau lihat-lihat di gallery instagram juga boleh kok.

Instagram : @er_lee_na

atau lihat di badges di sebelah kanan website ini..

 

DSCF3518EDITDSCF3532EDITDSCF3553EDITDSCF3562EDITDSCF3567EDIT